239. EMPAT PAGAR SABAR DI TENGAH KENIKMATAN
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama’ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
Ahlak Terpuji Diantaranya:
Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
239. EMPAT PAGAR SABAR DI TENGAH KENIKMATAN
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama’ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
Ahlak Terpuji Diantaranya:
Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
Kunci hidayah beliau adalah do'a ibunya yang seorang muslim.
Ini hasil perjuangan seorang ibu.
Bagi yang masih punya ibu, banyak²lah minta do'a ke beliau. Do'a ibu itu mustajab.
Untuk para ibu, jangan pernah capek lelah letih bosan untuk berdo'a, karena betapa powerful nya do'a ibu.
Untuk para ibu, jangan gampang nyumpahin anak, sekesel apapun, karena juga akan diijabah sama Allah. Do'akan selalu kebaikan untuk anak.
Ini pelajaran tentang keyakinan do'a pada Allah.
Jangan pernah terburu² dalam berdo'a. "Kenapa do'aku belum juga dikabulkan?" Jangan bilang gitu.
Sabarlah, Allah tau timing yang terbaik, Allah Maha Tau keadaan terbaik untuk kita.
Menunggu bukan berarti dilupakan sama Allah.
Menunggu bukan berarti tak didengar sama Allah.
Menunggu bukan berarti ditolak sama Allah.
Ini tentang menjaga harapan pada Allah.
Dia Maha Mendengar.
Kalau mereka sudah wafat, siapa lagi yang akan mendoakan kita dengan sepenuh hati, penuh ketulusan, sambil bercucuran air mata.
Berapa orang yang khusus bangun di1/3 malam terakhir khusus untuk mendo'akan kita? Mungkin ada tapi yang pasti, mereka adalah orang tua kita.
Beliau sampaikan masuk Islamnya beliau ini sebagai hadiah untuk Ibu. Masya Allah.
Sesungguhnya kesholehan kita sebagai seorang anak adalah hadiah paling mewah untuk orang tua.
Terkadang kita minder belum bisa ngasih harta, ngajak jalan² ortu keluar negeri, padahal yang paling penting bukan itu tapi adalah hidayah.
Betapa terharunya seorang orang tua ketika masuk ke kamar anaknya, lalu melihat anaknya sedang sujud. Itu kebahagiaan orang tua yang memiliki fitrah. Itulah qurrota 'ayun.
Iman ketakwaan kita adalah hadiah termewah untuk orang tua, untuk dunianya dan kelak akhiratnya.
Gak ada yang lebih membuat bahagia bagi orang tua daripada melihat anaknya sholeh/a.
Semoga Allah mudahkan kita untuk menjadi anak yang sholeh/a sebagai bentuk hadiah untuk membahagiakan orang tua🤲
Semoga Allah merahmati selalu Ibnu Qayyim, Ustadz Nuzul, para tim di belakang layar, dan kita semua🤲