Legalisasi ganja untuk tujuan medis di Maroko disambut baik oleh para petani di negara itu. Namun, janji akan masa depan yang lebih baik belum terwujud bagi banyak petani kecil.
Para petani ganja di Maroko utara makin kesulitan karena perubahan iklim dan kelangkaan air yang mempersengit persaingan. Di Azila, sebuah desa yang bergantung pada perdagangan narkoba sebagai mata pencaharian mereka, para petani diizinkan untuk menanam ganja saja, tetapi tidak diizinkan menjualnya. Di Pegunungan Rif, ribuan keluarga bergantung pada budi daya ganja, tetapi sebagian besar hidup dalam kondisi menyedihkan. Lahan paling produktif dengan tumbuhan paling baik di sini dimiliki segelintir pengusaha besar yang semakin mendominasi. Mereka yang berusaha menjual tanaman ini secara ilegal berisiko dipenjara.
Banyak petani mendukung legalisasi ganja karena berharap hal itu akhirnya akan menjamin keamanan usaha mereka. Namun, program legalisasi pemerintah berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Jumlah petani yang berpartisipasi juga lebih sedikit dari yang diperkirakan.
Dorongan untuk legalisasi ganja dipicu oleh keperluan medis. Tanaman ganja mengandung lebih dari seratus cannabinoid. Senyawa paling terkenal adalah THC yang memiliki efek mengubah persepsi, konsentrasi, dan persepsi waktu penggunanya. Namun, THC juga dapat memicu masalah kesehatan mental. Sebaliknya, CBD memiliki efek menenangkan, merilekskan, dan antiinflamasi tanpa menyebabkan mabuk.
Produksi ganja untuk keperluan farmasi legal harus tunduk pada peraturan yang ketat, standar kualitas, dan inspeksi menyeluruh. Persyaratan ini membuat banyak petani kecil enggan terlibat.
Pada saat yang sama, banyak yang tidak percaya terhadap lembaga-lembaga negara. Banyak orang mengeluh tentang korupsi dan perlakuan yang sewenang-wenang. Petugas polisi yang menarik keuntungan dari perdagangan ilegal telah merusak terwujudnya reformasi ini.
Dokumenter ini menjelajahi berbagai janji dan jebakan seputar legalisasi ganja bagi petani ganja di Maroko. Isu ini sering menimbulkan perpecahan antargenerasi dan bahkan di dalam keluarga. #dwdocs #dwdokumenter
______
DW Dokumenter memberimu wawasan lebih dari hal yang biasa diberitakan. Di sini kamu bisa menonton film dokumenter terbaik yang diproduksi lembaga penyiaran publik Jerman dan rumah produksi bertaraf internasional. Kamu akan menemui banyak sosok yang membuat penasaran, mengenali rumitnya keseharian hidup, menjelajahi tempat-tempat terjauh dan mendalami isu terkini dan peristiwa global. Ayo subscribe dan jelajah dunia bersama kami di DW Dokumenter.
Dokumenter ini juga bisa kamu ikuti di:
⮞ DW Documentary (English): @dwdocumentary
⮞ DW Documental (Spanish): @dwdocumental
⮞ DW Documentary وثائقية دي دبليو (Arabic): @dwdocarabia
⮞ DW Doku (German): @dwdoku
⮞ DW Documentary हिन्दी (Hindi): @dwdochindi
______
Ikuti DW Documentary di Instragram: Instagram: dwdocumentary
dan di Facebook: Facebook: dwdocumental
Mohon untuk membaca dan mengikuti kebijakan Netiket DW di kanal kami: https://p.dw.com/p/OBpw
Legalisasi ganja untuk tujuan medis di Maroko disambut baik oleh para petani di negara itu. Namun, janji akan masa depan yang lebih baik belum terwujud bagi banyak petani kecil.
Para petani ganja di Maroko utara makin kesulitan karena perubahan iklim dan kelangkaan air yang mempersengit persaingan. Di Azila, sebuah desa yang bergantung pada perdagangan narkoba sebagai mata pencaharian mereka, para petani diizinkan untuk menanam ganja saja, tetapi tidak diizinkan menjualnya. Di Pegunungan Rif, ribuan keluarga bergantung pada budi daya ganja, tetapi sebagian besar hidup dalam kondisi menyedihkan. Lahan paling produktif dengan tumbuhan paling baik di sini dimiliki segelintir pengusaha besar yang semakin mendominasi. Mereka yang berusaha menjual tanaman ini secara ilegal berisiko dipenjara.
Banyak petani mendukung legalisasi ganja karena berharap hal itu akhirnya akan menjamin keamanan usaha mereka. Namun, program legalisasi pemerintah berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Jumlah petani yang berpartisipasi juga lebih sedikit dari yang diperkirakan.
Dorongan untuk legalisasi ganja dipicu oleh keperluan medis. Tanaman ganja mengandung lebih dari seratus cannabinoid. Senyawa paling terkenal adalah THC yang memiliki efek mengubah persepsi, konsentrasi, dan persepsi waktu penggunanya. Namun, THC juga dapat memicu masalah kesehatan mental. Sebaliknya, CBD memiliki efek menenangkan, merilekskan, dan antiinflamasi tanpa menyebabkan mabuk.
Produksi ganja untuk keperluan farmasi legal harus tunduk pada peraturan yang ketat, standar kualitas, dan inspeksi menyeluruh. Persyaratan ini membuat banyak petani kecil enggan terlibat.
Pada saat yang sama, banyak yang tidak percaya terhadap lembaga-lembaga negara. Banyak orang mengeluh tentang korupsi dan perlakuan yang sewenang-wenang. Petugas polisi yang menarik keuntungan dari perdagangan ilegal telah merusak terwujudnya reformasi ini.
Dokumenter ini menjelajahi berbagai janji dan jebakan seputar legalisasi ganja bagi petani ganja di Maroko. Isu ini sering menimbulkan perpecahan antargenerasi dan bahkan di dalam keluarga. #dwdocs #dwdokumenter
______
DW Dokumenter memberimu wawasan lebih dari hal yang biasa diberitakan. Di sini kamu bisa menonton film dokumenter terbaik yang diproduksi lembaga penyiaran publik Jerman dan rumah produksi bertaraf internasional. Kamu akan menemui banyak sosok yang membuat penasaran, mengenali rumitnya keseharian hidup, menjelajahi tempat-tempat terjauh dan mendalami isu terkini dan peristiwa global. Ayo subscribe dan jelajah dunia bersama kami di DW Dokumenter.
Dokumenter ini juga bisa kamu ikuti di:
⮞ DW Documentary (English): @dwdocumentary
⮞ DW Documental (Spanish): @dwdocumental
⮞ DW Documentary وثائقية دي دبليو (Arabic): @dwdocarabia
⮞ DW Doku (German): @dwdoku
⮞ DW Documentary हिन्दी (Hindi): @dwdochindi
______
Ikuti DW Documentary di Instragram: Instagram: dwdocumentary
dan di Facebook: Facebook: dwdocumental
Mohon untuk membaca dan mengikuti kebijakan Netiket DW di kanal kami: https://p.dw.com/p/OBpw