135 - Kisah Nyata Runtuhnya Tarumanagara & Lahirnya Kekuatan Sunda-Sriwijaya (Geopolitik Abad ke-7)

Thunderhorse Pecinta Cerita

Thunderhorse Pecinta Cerita

161 views

Pada tahun 667 Masihi, sebuah peristiwa sejarah yang tampak seperti pernikahan istana biasa ternyata menjadi keputusan geopolitik paling menentukan dalam sejarah awal Kepulauan Nusantara. Ketika Maharaja Linggawarman—raja ke-12 Tarumanagara—mangkat tanpa meninggalkan putra mahkota laki-laki, takdir kerajaan legendaris tersebut berada di ujung tanduk5. Untuk mengamankan kelangsungan kekuasaan dan mencegah pertumpahan darah, Prabu Linggawarman menjodohkan dua putrinya: Dewi Manasih dan Sobakancana5.
Putri sulung, Dewi Manasih, dipersunting oleh Tarusbawa dari Sunda Sambawa5. Pasca-mangkatnya Linggawarman pada tahun 669 M, Tarusbawa menggantikan posisi mertuanya, mereformasi struktur birokrasi tua Tarumanagara, dan mengubah nama kerajaan menjadi Kerajaan Sunda2. Berpusat di wilayah Jawa bagian barat, Kerajaan Sunda tumbuh menjadi pilar kekuasaan agraris-darat yang menguasai pertanian, lembah sungai subur, dan ketahanan pangan pedalaman2.
Di sisi lain, putri bungsu, Sobakancana, dinikahkan dengan Dapunta Hyang Sri Jayanasa1. Legitimasi dinastik dari Jawa ini memicu ambisi Sri Jayanasa untuk membangun Kedatuan Sriwijaya melalui ekspedisi maritim skala besar (Siddhayatra)10. Sriwijaya bertransformasi menjadi pilar kekuasaan maritim-kelautan yang menguasai alur pelayaran internasional Selat Malaka, Selat Sunda, dan mendominasi perdagangan samudra antara Tiongkok, India, dan Timur Tengah2.
Namun, perjalanan ini tidak lepas dari dinamika konflik. Keputusan Tarusbawa mengubah nama Tarumanagara memicu keputusasaan di Kerajaan Galuh2. Wretikandayun, penguasa Galuh, menuntut kemerdekaan penuh yang akhirnya membelah daratan Jawa Barat di sepanjang Sungai Citarum2. Di saat bersamaan, konspirasi sabotase armada di Selat Sunda hampir menyulut perang saudara antara Sunda dan Sriwijaya13. Berkat diplomasi tangguh dua bersaudara, Dewi Manasih dan Sobakancana, perang saudara berhasil dihindari dan Pakta Persaudaraan Selat Sunda resmi ditandatangani pada tahun 672 M1.
Video dokumenter sinematik ini mengupas secara terperinci bagaimana analisis geopolitik abad ke-7 ini melahirkan dualisme kekuasaan pilar darat (Sunda) dan pilar laut (Sriwijaya)1. Saksikan visualisasi alur cerita sinematik yang menggambarkan intrik politik, aliansi dinastik, pertempuran samudra, hingga lahirnya cikal bakal konsep Wawasan Nusantara ("Tanah Air") yang mewarnai sejarah bangsa Indonesia hingga hari ini1!