Tolak bray kalo ada di bangun, atau siap siap kalian beli air per liter/ tangki. Negara Maju saja Menolak, maka dicari negara terbelakang ( Indonesia), dan berkembang.
Faktanya saya sebagai warga Purwakarta kota aja banyak yg kekurangan air dikemarau tahun ini, banyak sawah juga kekeringan, bahkan sumur banyak yang kering dan PDAM juga beberapa kali gak ngalir airnya. Ini belum ada data center, apalagi udah ada, gak kebayang kekeringan ketika kemarau kaya gimana kalau udah ada data center.
Jangan sampai krisis air bersih. Ane domisili di Sampit - Kalteng. Kita kan lagi kemarau panjang, jadi sumber air kami itu Sungai Mentaya. Sungai Mentaya ini terhubung langsung ke Laut buntu Bali kalo nggak salah, dan karena kemarau panjang ini air Sungai Mentaya berangsur menyusut, karena menyusut, air laut nyampur ke Air Sungai Mentaya, alhasil Air PDAM kami kadar air lautnya tinggi, yang mana nggak bagus buat kesehatan (bisa memicu diare dll). Sampe air Galon isi ulang sekarang juga rasanya agak asin. Sumpah kalo diminum nggak enak. Jadi jangan sampe ya kita krisis air bersih.
SIAP SIAP AJA DAH Di luar negeri sudah banyak yang protes dan di buat regulasi yang sangat ketat. Karena itu mereka bangun ke luar negeri yang HUKUM, REGULASI NYA MASIH BISA DI LOBI LOBI. APALAGI DI KONOHA, MURAH MERIAH WAK
tuh dengerin. kalian yang bayar AI buat generative AI untuk membuat video atau foto, secara tidak langsung berkontribusi atas berkurangnya pasokan air bersih dunia.
sejak awal kormesialisasi ai yang masif udh banyak aktivis yang protes dan ahli yang angkat bicara soal dampak kerusakan kemajuan ai yang terlalu pesat terutama tentang concern krisis air bersih ini, tapi selalu diremehkan, cenderung dianggap menolak kemajuan. Nyatanya kemajuan ai yang pesat ini belum dibarengi oleh penaggulangan dan prediksi resiko yang mumpuni, terlalu serakah dan tidak humanis.
Kalo proyek ini tetap dilanjutkan berarti orang yang tinggal di Pulau Jawa sedang hidup dalam Bubble, Untuk kampung saya di lembah pegunungan dekat hutan yang airnya super melimpah dekat aliran air yang langsung dari sumbernya dan untungnya masih sepi gak ramai wisatawan yang kesana dan warga sana tetap sepakat & kompak agar jangan diviralkan supaya para wisatawan gak ada yang kesana demi menjaga keasriannya
Ngga yakin sih kalau data center di jatiluhur pakai energi terbarukan/ pakai close loop. Pemerintah indonesia kebanyakan ngga mikir sampai situ dampak setelahnya. Genz dan milenial wajib aware untuk case ini sih dan kompak untuk menolak.
Banyak yang bilang kalau nggak adaptasi dengan AI, bakal ketinggalan. Tapi di sisi lain, khawatir krisis air karena data center khususnya di Jawa Barat mau dipasang di daerah sekitar waduk Jatiluhur, tempat penampungan air berada