Sumber utama:
· Babad Mangir (Serat Babad Mangir susunan R.Ng. Soeradipoera, Babad Mangir alih aksara Balai Penelitian Bahasa Yogyakarta, dan Babad Bedhahing Mangir dari Museum Sonobudoyo Yogyakarta)
· Babad Tanah Jawa (versi silsilah Brawijaya V & keturunan Ki Ageng Mangir)
· Kajian sejarah oleh Albertus Sartono (pemerhati sejarah Rumah Budaya Tembi Bantul) dan Sudartomo Macaryus
Fakta kunci:
· Nama asli Ki Ageng Mangir adalah Bagus Wanabaya, pemimpin generasi ketiga Desa Mangir
· Status tanah perdikan Majapahit yang merdeka dan bebas pajak
· Tombak pusaka Kiai Baru Klinting yang kesaktiannya setara Tombak Kiai Plered
· Strategi ‘rantai emas’ Panembahan Senopati melalui putrinya Raden Ajeng Pembayun
· Kematian tragis dengan kepala dibenturkan ke Watu Gilang di hadapan Senopati
· Makam unik separuh di dalam, separuh di luar tembok kompleks Makam Kotagede
· Petilasan berupa Watu Gilang dan Langgar berusia 200 tahun di Dusun Mangir, Bantul.
Sumber utama:
· Babad Mangir (Serat Babad Mangir susunan R.Ng. Soeradipoera, Babad Mangir alih aksara Balai Penelitian Bahasa Yogyakarta, dan Babad Bedhahing Mangir dari Museum Sonobudoyo Yogyakarta)
· Babad Tanah Jawa (versi silsilah Brawijaya V & keturunan Ki Ageng Mangir)
· Kajian sejarah oleh Albertus Sartono (pemerhati sejarah Rumah Budaya Tembi Bantul) dan Sudartomo Macaryus
Fakta kunci:
· Nama asli Ki Ageng Mangir adalah Bagus Wanabaya, pemimpin generasi ketiga Desa Mangir
· Status tanah perdikan Majapahit yang merdeka dan bebas pajak
· Tombak pusaka Kiai Baru Klinting yang kesaktiannya setara Tombak Kiai Plered
· Strategi ‘rantai emas’ Panembahan Senopati melalui putrinya Raden Ajeng Pembayun
· Kematian tragis dengan kepala dibenturkan ke Watu Gilang di hadapan Senopati
· Makam unik separuh di dalam, separuh di luar tembok kompleks Makam Kotagede
· Petilasan berupa Watu Gilang dan Langgar berusia 200 tahun di Dusun Mangir, Bantul.